Sabtu, 19 Oktober 2024

BILANGAN BULAT

               

  Bilangan bulat adalah bilangan yang bisa digunakan untuk menghitung benda, tanpa melibatkan pecahan atau desimal. Bilangan bulat terdiri dari bilangan positif (contoh: 1, 2, 3), bilangan negatif (contoh: -1, -2, -3), dan nol.

   

 Bilangan bulat biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk berbagai keperluan, seperti                menghitung uang, menentukan tingkat suhu, jumlah barang atau skor permainan.

    Operasi hitung bilangan bulat adalah dasar untuk mengerjakan perhitungan matematika. Berikut ini         penjelasan singkat untuk masing-masing operasi:

    1.         Penjumlahan ( + )

Contoh:

1). 5 + 3 = 8

2). 7 + (-3) = 4

3). 7 + (-11) = (-4)

4). (-2) + (-7) = ( -9)

5). 4 + 0 = 4

2.      Pengurangan ( - )

Contoh:

1)      10 - 2 = 8

2)      2 – 10 = -8

3)      4 – ( -7) = 11

4)      10 – ( -6) = 16

 

3.      Perkalian ( x )

Contoh:

1). 2 x 3 = 6

2). -2 x 4 = -8

3). 3 x (-5) = -15

4). (-2) x (-7) = 14

4.      Pembagian ( : )

Contoh:

1). 12 : 3 = 4

2). – 15 : 3 = - 5

3). 20 : - 4 = - 5

4). – 20 : - 4 = 5


Berikut beberapa sifat penting:

2.      Sifat Komutatif (Sifat Pertukaran)


Contoh: 3 + 5 = 5 + 3

  2 x 4 = 4 x 2

3.      Sifat Asosiatif (Sifat Pengelompokan)

        Kelompokkan bilangan yang dijumlahkan atau dikaliakan tidak mempengaruhi hasil akhir.


Contoh:

 (2 + 3) + 5 = 2 + (3 + 5)

(2 x 3) x 4 = 2 x (3 x 4)

Lalu apakah sifat komutatif berlaku pada operasi pengurangan ?

Misalkan kita ambil angka 7 dan 3. Jika dikurangkan, 7 dikurangi 3 hasilnya berbeda dengan 3 dikurangi 7:

Seperti yang bisa dilihat, hasil kedua perhitungan tersebut berbeda. Ini menunjukkan bahwa sifat komutatif, dimana mengubah urutan bilangan tidak mempengaruhi hasil, tidak berlaku pada operasi pengurangan bilangan bulat

Ini menunjukkan bahwa mengubah urutan angka pada pengurangan akan menghasilkan nilai yang berbeda.

Sifat operasi pembagian pada bilangan bulat

Pembagian bilangan bulat memiliki beberapa sifat, diantaranya:

o   Contoh: 7 dibagi 2 hasilnya 3.5

o   Contoh: 10 dibagi 2 hasilnya 5, sedangkan 2 dibagi 10 hasilnya 0.2

·  Tidak asosiatif: Kelompokkan bilangan yang dibagi tidak mempengaruhi hasil.

·  Tidak distributif: Tidak berlaku sifat distributif pembagian terhadap perkalian

·  Memiliki elemen identitas: Bilangan 1 menjadi elemen identitas untuk pembagian, karena bilangan apapun dibagi 1 hasilnya tetap bilangan itu sendiri.

Secara umum, Sifat komutatif, asosiatif, dan distributif hanya berlaku untuk penjumlahan dan perkalian bilangan bulat.

 Menyelesaikan Masalah

Langkah-Langkahnya 

Contoh Soal

Budi memiliki 25 permen dan Andi memberinya 18 permen lagi. Berapa jumlah permen Budi sekarang?

Jawab:

 

0 komentar:

Posting Komentar

KISI - KISI PENILAIAN SUMATIF AKHIR SEMESTER 1

  KISI-KISI PENILAIAN SUMATIF AKHIR SEMESTER FASE / KELAS : D / VII SEMESTER : GANJIL Mata Pelajaran                            :      M...